HomeDaerahAgus Candra Reses di Tiga Desa, Infrastruktur Masih Menjadi Kendala

Agus Candra Reses di Tiga Desa, Infrastruktur Masih Menjadi Kendala

KAMPAR(auranews.id) – Memasuki masa sidang III tahun 2019, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kampar, Agus Candra, SIP melaksanakan reses di tiga titik diantaranya Desa Ganting Damai, Kecamatan Salo, Desa Koto Tuo Kecamatan XIII Koto Kampar dan Desa Pulau Jambu Kecamatan Kuok.

Reses ini dijadwalkan dilaksanakan dari tanggal 1-4 Desember 2019. Agus merupakan wakil Rakyat Dapil I dari partai Golkar.

Reses di Desa Ganting Damai dilaksanakan Agus pada tanggal 1 Desember 2019. Pada kesempatan itu masyarakat menyampaikan aspirasi terutama mengenai infrastruktur di desa tersebut.

“Peningkatan jalan hotmik menuju SD 014 sepanjang 600 m dan jalan menuju SD 005 sepanjang 600 m. Kemudian pemeliharaan rutin jalan bonca labi, box culvert di RT 01 RW 01 Dusun Suka Maju, pembangunan turap Sei Botuong di RT 01 RW 05 sepanjang 100 m dan saluran pembuangan air Sei Sayak bagi petani sawah,” kata Agus.

Selanjutnya, masyarakat juga mengharapkan adanya penerangan lampu jalan sebab sudah lama masyarakat mendambakan pengadaan lampu jalan agar kampung mereka bisa terang seperti daerah lainnya.

“Desa Ganting Damai juga berharap tahun 2020 bisa mendapatan mobil ambulance desa,” terangnya.

Selanjutnya, reses kedua dilaksanakan Agus di Desa Koto Tuo pada tanggal 2 Desember 2019. Reses kali ini memberikan kesan yang berbeda sebab dilaksanakan dimalam hari dengan suasana dingin karena dituruni hujan.

“Aspirasi masyarakat Koto Tuo antara lain berharap adanya penebaran benih ikan untuk lokasi danau PLTA karena saat ini sudah langkanya ikan didanau PLTA. Masyarakat penangkap ikan juga mengeluh dengan kehadiran keramba bunga air sebab keramba ini sangat tidak arif menjaga kelestarian ikan di danau dan jumlah keramba ini semakin banyak,” ungkapnya.

Dijelaskannya, saat ini masyarakat Koto Tuo sangat khawatir kalau tangkapan ikan di danau sangat jauh berkurang akibat kehadiran keramba bunga air ini. Jadi, masyarakat meminta pemerintah untuk menertibkan keramba ini.

“Kalau ibu-ibu rumah tangga meminta kepada pemerintah agar pelatihan keterampilan diadakan terutama pelatihan kuliner, menjahit dan lainnya. Kalau Petani karet mengeluh harga karet tidak ekonomis lagi mereka ingin merubah tanamannya dari karet ke sawit, jadi mereka butuh bibit sawit yang unggul,” kata Agus.

Selain itu, masyarakat sangat mengharapkan pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) sebanyak 2 kelas untuk SMPN 2 kecamatan XIII Koto Kampar dan mobiler Pembangunan jembatan antara blok B dan blok C menuju Desa Koto Tuo Barat.

Terakhir, Ketua Komisi D DPRD Kampar itu melaksanakan reses di Desa Pulau Jambu, Kuok pada tanggal 3 Desember 2019. Di Desa ini, masyarakat saat ini butuh peningkatan jalan dibeberapa titik diantaranya peningkatan  jalan lereng batu sepanjang 2 km dan peningkatan jalan buring-buring sepanjang 2 km.

“Masyarakat juga butuh pembangunan box culvert jalan usaha tani dan box culvert jalan PMPM Mandiri. Semua ini berada pada poros urat nadi perekonomian masyarakat Kuok atau lebih tepatnya pertanian masyarakat Kuok,” terangnya.

Kemudian, masyarakat setempat juga mengharapkan lanjutan pembangunan jalan marabunta sepanjang 500 m. Lalu, pelatihan untuk kelompok perempuan antara lain pelatihan menjahit, tataboga dan lainnya.

“Desa Pulau Jambu juga mendambakan kantor kepala desa  representatif memiliki gedung serba guna atau pertemuan warga sebab kantor kepala desa yang ada saat ini di bangun 30 tahun yang lalu. Semua aspirasi masyarakat ini akan diparipurnakan dan akan menjadi pokok pikiran DPRD Kampar, selain itu aspirasi ini juga akan kami sampaikan ke pemerintah daerah agar menjadi perhatian pada penganggaran selanjutnya,” tutup Agus.***

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments