KOTORANAH(AuraNEWS.id) – Rombongan Pegiat Literasi Rokan Hulu (PLR) berkunjung ke pewaris Kitab Kuno sekaligus berziarah ke Makam Kuno di Desa Koto Ranah, Kecamatan Kabun Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Sabtu (26/10/2019).
Rombongan yang berjumlah lima orang disambut langsung oleh Jamarin yang merupakan Anggota BPD Desa Koto Ranah beserta Faisal selaku Kepala Dusun 1 Desa Koto Ranah.
Rombongan yang diketuai Menteri Bincang Literasi dari Komunitas Pegiat Literasi Rokan Hulu (PLR), Suyatri, S.S mengatakan, kitab gundul sangat sakral dan butuh pemeliharaan yang intensif karena di dalamnya merupakan petunjuk dari tafsiran Alquran yang dibuat agar lebih memahami pemaknaan dalam kehidupan menuju akhirat.
“Simbol dan lambang yang ada dalam kitab gundul tersebut merupakan perjalanan manusia mulai dari penciptaannya, kematian, hingga melewati sidratul muntaha,” jelas Yatri.

Menurut pewaris kitab gundul Anuarbay, bahwa kitab gundul ini sudah berusia sekitar 300 tahun lebih dan sampul kitab kuno itu pun terbuat dari kulit gaharu.
“Pemerintah pernah berniat menulis ulang agar tetap terjaga dengan cara memfoto semua lembaran kitab tersebut, namun sampai sekarang tidak tahu tindak lanjutnya,” jelas Anuarbay.
“Kita tak mampu membaca tulisan kitab kuno, hanya menceritakan makna keseluruhan bahwa kitab ini berisi tentang penciptaan manusia, pengobatan, perjalanan kehidupan, kiamat, kebangkitan, dan perjalanan menuju akhirat,” Pungkasnya.(***)
