BANGKINANG KOTA -(auranews.id)- Puluhan alat mesin petani yang diperoleh dari bantuan pusat tahun anggaran 2019 secara resmi dibagikan Bupati Kampar H. Catur Sugeng Susanto,SH ke masyarakat Kampar.
Penyerahan bantuan mesin tersebut dilakukan di Kelurahan Pasir Sialang Kecamatan Bangkinang Kota, Selasa (01/10/2019), melalui program gerakan serentak turun ke sawah.
Ditengah gerumunan masyarakat yang hadir pada pembagian bantuan itu, Bupati Catur juga didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) selaku ketua KTNA Kampar, Dtk Yusri dan Kepala Dinas Pertanian Kampar Hendri Dunan.
Puluhan alat mesin yang diberi pada masyarakat diantaranya, 5 unit Hand Traktor, 2 unit Cultivator, Pompa Air 3 inch 10 unit, pompa air 6 inch 23 unit.
Selain itu juga tak kalah penting pembagian sarana dan prasarana pengelolaan lahan, seperti pembangunan long stroge 2 unit, pembangunan 5 unit sumur bawah tana, pembangunan DAM parit 3 unit, pembangunan embung 1 unit, dan sarana prasarana penunjang lingkungan BPP 3 unit.
Selain itu, dinas pertanian melalui Bupati Kampar juga menyumbangkan kegiatan produksi tanaman pangan dan holtikultura berupa pengembangan padi bebas residu, bantuan UPPO 1 unit, pengembangan jagung Hibrida 622 ha, pengembangan padi gogo 142 ha, pengembangan bawang 30 ha, pengembangan cabe 20, pengembangan jeruk 25 ha dan pembangunan bangsa beserta isinya 1 unit.
“Hal ini dilakukan tentunya sangat sejalan dengan pemerintah Kabupaten Kampar yang menjadikan sektor pertanian andalan. Sesuai visi Bupati Kampar terwujudnya Kabupaten Kampar sebagai wilayah industri dan pertanian yang maju dengan masyarakat yang religius,” kata Bupati Kampar Catur.

Melalui program itu, Bupati sangat berharap segala bantuan yang diberikan kepada masyarakat bisa dimanfaatkan sebaiknya, dan dengan menggunakan alat yang modern juga digarapkan bisa menunjang penghasilan petani padi.
Dengan demikian, pemerintah akan selalu berupaya secara maksimal untuk menjamin ketersediaan pangan melalui peningkatan hasil pertanian.
“Sebagaimana kita pahami bersama bahwa pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang paling hakiki, oleh karena itu kebutuhan pangan pada suatu daerah mutlak harus dipenuhi,” tukas Catur.
Sementara itu, Sekda yang juga merupakan ketua KTNA Kampar juga mengatakan sektor pertanian tentunya tidak bisa bekerja sendiri. Akan tetapi pertanian sangat membutuhkan dukungan dari pemerintah dan berbagai instansi. Seperti pembangunan irigasi yang merupakan jaringan dinas pekerjaan umum.
“Untuk pemasaran hasil pertanian merupakan program dinas koperindag, sedangkan permodalan bisa diperoleh dari lembaga keuangan dan perbankan dan lainnya bisa difasilitasi oleh pemerintah,” tutur Yusri.
Usai pembagian bantuan, Kepala Dinas Pertanian Kampar Hendri Dunan juga menghimbau kepada kelompok petani yang belum mendapatkan bantuan agar bisa bersabar untuk berikutnya.
Dirinya juga akan terus berupaya untuk merebut bantuan dari APBN sebanyak banyaknya. “Kita himbau masyarakat yang belum dapat agar bersabar, kami akan bekerja keras untuk kasyarakat, niat kami pemerintah bagai mana supaya petani bisa sejahtera dan mendapatkan penghasilan yang lebih,” tutup Hendri Dunan. (Defrizal)
