MERANTI(AuraNEWS.id) – Kondisi bangunan Sekolah Dasar Negeri 07 Desa Insit Kecamatan Tebing Tinggi Barat Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau, terlihat sangat memprihatinkan dan sudah layak untuk dilakukan perbaikan oleh pihak yang berkompeten terutama oleh Pemkab Meranti.
Beberapa orang tua wali murid di antaranya Heppy menceritakan keadaan kondisi sekolah anaknya sudah rusak parah, serta sudah begitu lama dibiarkan, seharusnya bagi pihak yang berkompeten mengambil suatu sikap dan peduli terhadap dunia pendidikan,” ungkapnya.
“Cukup prihatin dan kasihan melihat keadaan sekolah seperti ini, apalagi si waktu hari hujan, tentu saja proses belajar anak-anak sudah pasti terganggu,” tambahnya lagi.
Dari pantauan AURANEWS dilapangan, Kamis (29/8/2019) terlihat ada empat lokal yang atap dan plafonnya dalam kondisi rusak parah sehingga menggangu aktivitas proses belajar mengajar.
Menurut keterangan orang tua wali murid inisial HS mengatakan, “Kami sangat kecewa terhadap Pemerintah Daerah (Pemda_red) seolah-olah mereka tidak peduli dengan kondisi sekolah itu, padahal Sekolah Dasar sudah seharusnya diperhatikan kondisi bangunannya seperti apa, ini sudah bukan satu rahasia umum lagi, masyarakat sudah mengetahuinya,” gumamnya kesal.
Ketika dikonfirmasi AuraNEWS.id di ruang kerjanya, Kamis (29/08), Plt Kepala Sekolah SDN 07 Tuginah, S.PdI mengakui bahwa SDN 07 memiliki empat lokal, satu lokal digunakan untuk Pustaka. Pihak Sekolah sudah mengajukan proposal untuk dilakukan perbaikan, namun sampai saat sekarang belum ada respon sama sekali,” ungkapnya.
Kepala Sekolah juga mengatakan bahwa, Kepala Dinas dari Kabupaten Kepulauan Meranti sudah datang ke Sekolah SDN 07 melihat kondisi bangunan, katanya Pemda tidak ada anggaran karena masih banyak Sekolah yang lain lagi diperhatikan,” beber Tugina mengulang ucapan Kadis.
Kepala Disdikbud Kabupaten Kepulauan Meranti Drs. H. Nuriman Khair, MA ketika dikonfirmasi AuraNEWS.id, Kamis (29/08) dikantornya sampai berita ini diterbitkan, namun tidak berhasil, menurut pegawai stafnya mengatakan, Bapak tidak ada masuk kantor.(Burhan/Mihrab.P)
