SIABU -(auranews.id)- Saat tim auranews.id menjumpai sejumlah masyarakat Desa Siabu, Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar, terkait Dana Kompensasi PT Ciliandra yang mandek, ditemukan sejumlah fakta yang mencengangkan.
Masyarakat terlihat takut dan cemas menyampaikan informasi lebih jauh mengenai dana kompensasi itu, bahkan masyarakat sempat melontarkan bahwa tidak terlalu memikirkan lagi ada atau tidaknya dana tersebut untuk mereka.
Sebab, semenjak masyarakat mendapatkan dana kompensasi perdana yang diberi secara langsung oleh Bupati Kampar Almarhum Azis Zaenal saat itu, setiap masyarakat mendapatkan pegangan buku koperasi sebagai bukti mendapatkan bantuan dana.
Namun, anehnya buku yang seharusnya disimpan sebagai pegangan masyarakat, justru diambil kembali oleh pengurus koperasi.
“Kami sama sekali tidak tau maksud diambilnya buku koperasi tersebut,” ucap salah seorang masyarakat yang tidak mau namanya dipublikasikan, Kamis (01/08/2019).
Ketakutan masyarakat ini bermula ketika adanya beberapa masyarakat yang dipanggil ke Polres Kampar.
Saat ditemui di kantornya, Kasat Reskrim Polres Kampar AKP Fajri, SH, SIK, membenarkan adanya pemanggilan terhadap beberapa orang dari desa Siabu ke Polres Kampar.
“Memang benar kita melakukan pemanggilan ke beberapa orang, sekitar 2 Minggu yang lalu,” ungkap Kasat Reskrim Fajri, Jumat (02/08/2019).
Ketika ditanya siapa saja pihak yang dipanggil penyidik, Fajri mengaku belum bisa memberikan keterangan lebih jauh, sebab masih dalam tahap penyelidikan Polres Kampar.
Penulis: Fauzi Lalea Saputra
