PEKANBARU-(auranews.id)- Pelarian Satriandi, bandar narkoba yang juga buronan kasus Pembunuhan yang kabur dari Lapas Klas IIA Pekanbaru pada tahun 2017 lalu, akhirnya tewas ditembak oleh Tim Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Selasa (23/7/2019) pagi ini.
Sebelum tewas diterjang peluru aparat, Satriandi sempat melakukan perlawanan. Baku tembak dengan aparat terjadi dikira pukul 07.30 hingga 08.30 di gang Sepakat, kawasan Jalan HR Soebrantas, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Tampan.
Buronan yang paling dicari Polda Riau ini sudah beberapa kali kabur karena kasus narkotika. Selain Satriandi, ada seorang pria lagi yang ditembak tim Jatanras. Belum diketahui identitas pria tersebut.
Penangkapan itu dibenarkan oleh Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Riau, AKBP M Kholid. “Benar ditangkap di daerah Panam,” ujar M Kholid.
Menurut informasi dihimpun, penangkapan berawal ketika polisi melakukan penggerebekan di sebuah rumah di Jalan Sepakat. Terjadi baku tembak antara polisi dan beberapa orang di rumah itu, termasuk Satriandi.
Satriandi sebelumnya merupakan anggota Polri, yang berdinas di Polres Rohil, dan telah dipecat pada tahun 2013 dengan pangkat terakhir Brigadir.
Pernah Lolos dari sergapan aparat setelah terjun dari lantai 8 hotel Aryaduta.
Pada 1 Mei 2015, tim Opsnal Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru yang dipimpin langsung oleh Kasat Narkoba Kompol Iwan Lesmana Riza SH menggerebek kamar nomor 827 hotel Aryaduta Pekanbaru dan mengamankan MR, AL dan AB. Saat itu ditemukan barang bukti empat bungkus plastik sabu, tiga butir Happy Five dan 14 butir pil ekstasi.
Penyergapan tersebut, bermula dari pengembangan kasus tabrakan antara mobil Avanza dan mobil Pajero Sport milik anggota polisi yang berdinas di Mapolda Riau yang saat itu terparkir di Jalan Cut Nyak Dien, sekitar pukul 06.20 WIB.
Karena curiga melihat gerak-gerik sopir yang diketahui berinisial AN itu, polisi kemudian melakukan penggeledahan dan menemukan ribuan butir pil ekstasi serta uang tunai belasan juta Rupiah.
Polisi kemudian beralih ke kamar sebelahnya, 801 tempat Satriandi menginap. Namun saat penyergapan di kamar 801 itu, Satriandi melakukan perlawanan dengan berusaha menahan pintu yang didobrak oleh petugas.
Upaya Satriandi gagal, pintu dapat dibuka. Tanpa diduga, tiba-tiba Satriandi berlari menuju ke jendela dan melompat dari lantai 8 kamar hotelnya. Beruntung nyawanya masih tertolong. Namun akibat aksi nekatnya, Satriandi mengalami patah tulang di beberapa bagian tubuhnya dan sempat diberitakan mengalami geger otak.
Satriandi juga terlibat pembunuhan terhadap Jodi Oye (21) di Jalan Hasanuddin Pekanbaru. Jodi Oye ditemukan tewas di garasi warga, setelah ditembak Satriandi. Jodi merupakan kaki tangan Satriandi dalam kasus narkoba. (Ferry Anthony)
