BANGKINANG KOTA -(auranews.id)- Objek wisata Stanum, dulu nya tempat wisata yang selalu menjadi daya tarik wisatawan dalam menghabiskan akhir pekan bersama keluarga. Namun mirisnya, saat ini objek wisata Stanum seakan beralih fungsi menjadi lahan pertambangan pasir.
Berdasarkan pantauan auranews.id di Stanum, Kelurahan Langgini, Kecamatan Bangkinang Kota, ada aktivitas penambangan pasir yang dilakukan oleh beberapa orang. Tampak dengan santainya mereka melansir sejumlah hasil penambangan pasir ke truk yang telah stand by di lokasi, Sabtu (13/07/2019).
Tak tampak satupun pihak pengelola Stanum yang melarang aktivitas penambangan pasir tersebut. Pihak pengelola Stanum seakan menutup mata membiarkan saja aktivitas ini berlangsung.
Padahal, sewaktu almarhum Bupati Kampar, Azis Zaenal memimpin, beliau sempat membentuk satgas pembenahan objek wisata Stanum untuk kembali bisa berjaya, seperti 10 tahun yang lalu.

Bahkan, di awal-awal pembentukan satgas, banyak inovasi pembangunan yang dicanangkan oleh almarhum demi memajukan kembali Stanum ke luar daerah. Semua dilakukan oleh beliau, agar wisatawan lokal maupun luar daerah untuk mau berkunjung ke Stanum.
Terkait hal ini, saat di konfirmasi mengenai adanya aktivitas penambangan pasir yang diduga liar di wilayah kerjanya, Lurah Langgini Riska Jonita, EP, SSTP, MSi membenarkan adanya penambangan pasir yang terjadi di Stanum. Dirinya mengaku, telah menyurati pihak dinas terkait untuk melakukan penyegelan aktivitas tambang pasir tersebut.
“2017 yang lalu, aktivitas ini sudah berlangsung, saya sudah surati sejumlah pihak yang terkait agar penambangan pasir itu segera dihentikan. Sebab, banyaknya masyarakat yang mengadu ke saya, dengan adanya penambangan itu, mengganggu aktivitas masyarakat yang memanfaatkan air di sekitar aliran sungai,” ucap Riska saat dihubungi auranews.id melalui nomor selulernya, Sabtu (13/07/2019).

Ditambahkannya, saat dirinya turun langsung ke lokasi, tak tampak satupun aktivitas penambangan yang terjadi, namun ia mengatakan, hanya melihat truk ataupun mobil yang stand by di lokasi.
“Penambangan pasir ini sudah ditutup oleh pihak Satpol-PP, namun entah kenapa saat ini masih berlangsung, berulang-ulang kejadiannya. Secara lisan sudah saya sampaikan untuk tidak beroperasi, karena saya juga tidak mengetahui, bahkan warga saat itu marah dan menghentikan truk angkutan pasir tersebut. Entah siapa dibalik operasi ini semua. Kami kelurahan tidak memiliki kewenangan untuk menutup penambangan, namun kami sudah berusaha dengan melaporkan ke dinas teknis,” imbuh Riska.
Sampai saat ini, aktivitas penambangan pasir masih berlangsung. Saat auranews.id mencoba menghubungi Kasatpol PP Kabupaten Kampar, Nurbit, S.IP, MH terkait hal ini melalui nomor pribadinya, yang bersangkutan tidak mengangkat panggilan tersebut, bahkan auranews.id sudah berulangkali menghubungi, namun tetap tidak dijawab.
Aktivitas penambangan pasir ini harus menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kampar. Sebab, sudah berapa banyak dana yang digelontorkan untuk pembenahan Stanum ini. Namun, sangat disayangkan, dana yang dikucurkan tersebut tidak dimanfaatkan dengan semestinya. Lantas, apa fungsi satgas tersebut?
Penulis: Fauzi Lalea Saputra
