BANGKINANGKOTA(auranews.id) – Walaupun sejumlah perusahaan daerh di Kabupaten Kampar belum bisa memberikan keuntungan, namun pemerintah akan tetapsenintiasa berupaya meningkatkan BUMD agar bisa memberi kontri busi kepada daerah.
Hal itu diakui oleh Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Kampar, Azwan, Rabu (3/7) siang. “Perkembangan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kampar stagnan hingga tahun 2018 kemaren,” katanya.
Dengan kondisi yang belum ada kemajuan berarti sudah jelas BUMD juga belum bisa memberikan kontribusi lebih.
Namun sampai saat ini pemerintah daerah terus berupaya mendorong BUMD yang ada untuk dapat berkembang dan memberikan kontribusi positif.
Ia mengatakan untuk BUMD yang dipegang Kabupaten Kampar pemerintah dalam rangka mendorong mulai menyusun berbagai rencana agar perusahaan-perusahaan daerah ini bisa maju berkembang.
Salah satunya yakni pada Perusahaan Daerah KAK yang mengelola tempat Wisata Stanum yang saat ini masih di pimpin oleh Plt Dirut akan diisi oleh direktur definitif.
“Kita harap ini bisa segera di pilih dan ditetapkan agar bisa membenahi perusahaan ini,” ucapnya.
Sementara perusahaan lain milik Kabupaten Kampar yakni PT Bumi Kampar Sarana Energi (BKSE) yang beberapa tahun ini tidak jelas progresnya akan diarahkan untuk menggarap peluang kerjasama dengan Pertagas lewat proyek strategis pembangunan pipa jaringan gas alam ataupun pengelolaan Blok Rokan.
“Kita akan coba berkomunikasi dengan perusahaan Pertamina Hulu Energi yang mengelola Blok Rokan untuk dapat BKSE berperan serta dalam mengelola Blok Rokan,” katanya.
Peluang lain yang bisa dikejar untuk membuat BKSE hidup kembali yakni dengan kerjasama sebagai pemasok komoditi belerang ke salah satu perusahaan.
“Ini jadi rencana kedepan yang diharapkan bisa membantu para BUMD untuk survive,” ucapnya.
Sementara perusahaan daerah yang bergerak di sektor keuangan dan perbankan yakni PD BPr Sarimadu saat ini tengah dalam perbaikan manajemen.
“Dengan perbaikan manajemen ini diharapkan perusahaan mampu meraup laba dan memberi pemasukan bagi daerah,” ucapnya.
Terkait PD BPR Sarimadu pada laporan laba rugi tahun 2018 berjalan perusahaa. masih di dera tekanan dengan mengalami rugi sebesar Rp 2.729.711.022,- dengan akumulasi kerugian total tahun buku 2018 sebesar Rp 14.148.168.713,-.
Pada tahun yang sama perusahaan juga membukukan total aset sebesar Rp 144.573.194.150,-.(Defrizal)
