Jumat, Januari 9, 2026
BerandaDaerahTidak Benar Jika Tepukan Lengan Dapat Atasi Serangan Jantung

Tidak Benar Jika Tepukan Lengan Dapat Atasi Serangan Jantung

PEKANBARU-(auranews.id)- Saat ini ramai informasi mengenai tepukan tangan yang bisa menyelamatkan pasien dari serangan jantung.

Terlihat pada video yang beredar di media sosial, nampak seorang pria yang tak sadarkan diri dan ditepuk-tepuk pada bagian atas siku. Setelah 2 menit ditepuk, pria itu nampak siuman kemudian muntah. Diklaim, pria itu berhasil sembuh dari serangan jantung.

Mengenai maraknya video yang ‘mengajarkan’ cara mengatasi serangan jantung dengan cara menepuk siku dan lengan, Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) angkat suara.

Sehubungan dengan video yang marak beredar tentang cara mengatasi serangan jantung dengan cara menepuk siku dan lengan, Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) memberikan pernyataan sebagai berikut:

1. Tidak benar menepuk siku dan lengan dapat mencegah dan mengatasi serangan jantung.

2. Serangan jantung adalah suatu kegawatdaruratan yang disebabkan oleh sumbatan pembuluh darah secara mendadak ke jantung. Keluhan yang dirasakan diantaranya adalah nyeri dada kiri, mual, keringat dingin, kadang disertai sesak mendadak, bahkan pingsan.

3. Apabila menemui seseorang dengan tanda-tanda di atas (no.2), segera bawa orang tersebut ke rumah sakit terdekat untuk mendapat penanganan lebih lanjut, karena semakin cepat serangan jantung diatasi, semakin baik angka keberhasilan.

4. Apabila menemui seseorang yang tiba-tiba tidak sadar, segera cek respon, dan panggil bantuan. Apabila tidak respon, segera lakukan pijat jantung dengan kedua tangan saling bertumpu di tengah-tengah dada orang tersebut sampai dengan bantuan paramedis datang.

Demikian informasi resmi dari PERKI semoga bisa memberikan manfaat untuk diketahui masyarakat.

Jakarta, 24 Juni 2019
PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS KARDIOVASKULAR INDONESIA (PERKI)

Video, mari sukseskan Kampar Internasional Dragon Boat Festival di Danau Rusa, 18-21 Juli 2019:

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments