SALO -(auranews.id)- Untuk melakukan pengamanan perbatasan negara, sekitar 400 prajurit Batalyon Infanteri 132/Bima Sakti akan dikirim ke perbatasan Republik Indonesia-Timor Leste di Provinsi Nusa Tenggara Timur, hal itu disampaikan oleh Pangdam I/BB Mayjend TNI M.S. Fadhilah usai membuka latihan Pratugas Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif/132/BS, Senin (17/06/2019) pagi.
Menurutnya, mempertahankan keutuhan NKRI merupakan tugas wajib bagi prajurit, sesuai dengan undang-undang TNI dalam menjaga kedaulatan negara.
“Sekarang kita memberangkatkan mereka ke perbatasan RI-RDTL, sebelumnya Yonif 132/BS sudah banyak melakukan operasi tugas, terakhir ke Papua, Kalimantan dan Ambon,” katanya.

Lebih lanjut, mantan Kapuspen TNI itu juga mengungkapkan rasa bangga kepada prajurit Batalyon 132/BS, pasalnya mereka memiliki semangat juang yang sangat tinggi.
“Karena ini merupakan tugas kehormatan bagi kita prajurit, tentu kita memberikan persiapan yang matang,” terangnya.
Dirinya juga menjelaskan, keberhasilan seorang prajurit tidak hanya dibidang operasi saja, selama 12 hari jam kerja latihan prajurit harus bisa mengambil hati masyarakat.
“Prestasi itu tidak hanya di medan operasi saja, nanti selama 9 bulan bertugas prajurit harus juga berhasil dimata masyarakat, selama berugas prajurit harus tingkatkan kedisiplinan dan kesehatan, terutama mental seorang prajurit,” tutup Fadhilah.
(Defrizal)
