BANGKINANG KOTA -(auranews.id)- Seiring dengan perkembangan zaman, musik tradisional memiliki saingannya sendiri, musik modern. Dan seiring dengan perkembangan zaman pula, musik tradisional perlahan tak dilirik lagi oleh generasi muda.
Sejumlah pihak diketahui melakukan upaya mengenalkan kembali musik tradisional kepada masyarakat dalam berbagai jenis kegiatan.
Misalnya Khairil Azhar, pelatih musik tradisional yang masih eksis ini hingga ikut andil dalam mendirikan grup musik tradisional khas Kampar yang diberi nama Panglimo Gong pada tahun 2017 untuk mengenalkan kembali musik tradisional kepada masyarakat, terutama generasi penerus bangsa.
Grup musik yang diisi anak-anak sekolah dasar ini selalu menampilkan pertunjukan yang menarik dan menghibur. Setiap tampil, mereka menunjukkan tampilan yang tak biasa. Anak-anak tersebut terlihat sangat menikmati setiap lantunan nada alat musik yang mereka mainkan.
Menurut Khairil, anak-anak tersebut ditempa sekitar 3 bulan untuk menguasai alat musik yang akan mereka mainkan. Masing-masing dari mereka sudah menguasai hampir seluruh alat musik tradisional yang ada.
Kepiawaian anak-anak ini dalam tampil dengan penuh daya pikat dan percaya diri, tak lepas dari pembinaan langsung Datuok Palo Panglimo Kampa, yakni Dandim 0313/KPR Letkol Inf Aidil Amin Hasan, SIp MIPol. Yang juga merupakan putra asli Kampar, kelahiran Desa Pulau Birandang, Kabupaten Kampar.
Setiap tampil, anak-anak Panglimo Gong ini selalu mampu menghipnotis para pengunjung yang menyaksikan mereka dalam beraksi. Betapa tidak? Setiap anak memiliki ciri khas masing-masing di setiap lini alat musik yang mereka mainkan.
Peranan ini lah yang mereka jual, hingga selalu menjadi salah satu grup musik yang diundang di acara-acara tertentu. Seperti penampilan mereka di acara Open House Idul Fitri Dandim Aidil, Jum’at (7/6/2019), penonton seakan terperangah melihat mereka tampil. Diumur yang masih anak-anak, mereka seperti seorang profesional yang telah lama hidup di dunia permusikan.
Hal ini yang patut kita acungi jempol, ditengah maraknya dunia teknologi, ternyata masih ada anak-anak yang mampu menjadi pewaris budaya lokal di zaman digital ini.

Warisan ini yang harus selalu dijaga, kita patut mengapresiasi sejumlah tokoh yang berperan besar dalam membentuk grup ini. Ini tugas kita bersama untuk tetap menjaga budaya yang tengah berjuang di fase kelangkaan.
Ada beberapa kendala, seperti yang disampaikan Khairil kepada auranews.id, salah satunya alat musik yang tak lengkap, sulit nya waktu untuk latihan bagi anak-anak. Lantaran mereka mesti menuntut ilmu di sekolah masing-masing.
“Kami berharap adanya atensi yang besar dari Pemerintah Kabupaten Kampar dan para pemerhati kebudayaan tradisional untuk mau membantu kami dalam melestarikan musik tradisional calempong warisan kebudayaan leluhur ini hingga bisa dikembangkan lagi,” ucap Khairil, Jumat (7/6/2019).
Selain mahir memainkan musik tradisi asli Kampa (asiacuong, badikiu, bapantun, basilek), personel Panglima Gong ini juga sangat piawai memainkan calempong dengan langgam/lagu Jawa, Batak, Minang dan Melayu tanpa berhenti.
Saat ini Panglimo Gong, telah banyak membentuk grup musik lainnya di Kecamatan yang ada di Kabupaten Kampar. Event besar terakhir yang mereka ikuti adalah, sebagai salah satu grup musik yang mengisi acara MTQ Riau di Pekanbaru, beberapa waktu lalu.
Ini semua tugas kita bersama, kewajiban kita menjaga budaya leluhur. Sebab, budaya leluhur memiliki sejumlah nilai-nilai agama, adat. Sehingga tercipta lah manusia yang berakhlak, karena mereka telah diajarkan kedisiplinan.
Berikut pengurus yang berperan penting dalam membentuk grup musik tradisional Panglimo Gong:
Datuok Palo Panglimo Kampa yang juga Dandim 0313/KPR Letkol Inf Aidil Amin Hasan, SIp MIPol,
Pelatih : Khairil Azhar
Ibu Pengasuh : Deby Kartika
Pembimbing : H. Harudin bergelar Datuok Palimo Bosou
Alamat : RW. 02, Desa Pulau Birandang, Kecamatan Kampa.
HP : 0823 8665 3318, 0823 8747 0744, 0852 6586 7124.
Penulis: Fauzi Lalea Saputra
