RENGAT -(auranews.id)- Harry Toledo, Presiden IBF (Indonesian Bass Family) pada lebaran ldul Fitri 1440 H/2019 M balik ke kampung halamannya Rengat, Kabupaten lndragiri Hulu (lnhu).
“Saya adalah Putra Asli Kelahiran Rengat, tepatnya di Desa Rantau Mapesai (Seberang Rengat) pada 6 Juli 1972,” terangnya.
Selama ini tidak banyak yang tahu bahwa dirinya adalah putra asli lnhu, mereka hanya tau kalau dirinya adalah orang Jakarta, katanya Kamis (6/6/2019) di Pematang Reba.
Sebagai Presiden IBF dirinya berkeinginan untuk menggelar sebuah lven yang sangat besar di lnhu yang bertajuk Rengat lnternasional Jazz Festival 2019 (RIJF – 2019).
Hal ini dilakukannya sebagai bentuk kepedulian terhadap kota kelahirannya Rengat dan Kabupaten lnhu secara umum dalam hal musik Jazz.
Tujuan dari acara ini tidak lain dan tidak bukan adalah untuk mengangkat nama Daerah Inhu, Potensi kesenian daerah Inhu, Ekonomi kerakyatan Inhu dengan Kuliner traditional.
“Dalam kesempatan itu Kita akan menyuguhkan penampilan musik jazz berstandart International dan pengajaran musik berstandart International yang akan disajikan gratis hanya untuk masyarakat lnhu,” katanya.
Adapun Musisi Jazz kelas dunia yang akan dihadirkan dalam kegiatan tersebut adalah Singapore, Malaysia, Thailand, Philippina, Jepang, USA dan Australia.
“Dalam kesempatan ini selain melibatkan Penyelenggara professional IBF Indonesia (Jakarta) juga akan melibatkan Local Goverman Kabupaten Inhu,” ujar Pria yang telah malang melintang sebagai pemain Bass ini.
Selain itu penyelenggaraan ini tentu tidak lepas dari campur tangan pemerintah daerah kabupaten lnhu sendiri, tukasnya. (Man)
