RENGAT -(auranews.id)- Kain Songket Rengat merupakan salah satu kain tradisional yang memiliki nilai historis di Kabupaten Indragiri Hulu (lnhu), dimana kain ini seringkali digunakan dalam berbagai kegiatan penting.
Mulai dari kegiatan pesta pernikahan, serta kegiatan resmi lain nya serta hari besar nasional.
Kini keberadaan kain ini semakin sulit untuk dicari, karena produksi nya yang sudah sangat terbatas dan bahkan terkesan mati suri.
Ketika media ini mendatangi pusat tenun kain songket yang ada di jalan kerajinan Rengat terlihat salah seorang yang sedang menenun kain.
Saat diwawancarai wanita bernama Eliana (43) salah seorang pekerja kain songket mengaku sudah lama bekerja sebagai penenun kain songket, yang sangat berharap agar pemasangan kain songket ini berjalan lancar.
“Untuk membuat kain songket yang memiliki panjang 2 meter dibutuhkan waktu 14 hari (2 minggu),” katanya.
Sebagai pencinta kain songket dirinya khawatir kain songket rengat yang menjadi ciri khas kabupaten lnhu ini hilang dari peredaran, untuk itu dirinya berharap agar mendapat perhatian pemerintah.
“Agar kain songket kita ini tidak hilang atau ditiru oleh daerah lain Pemda lnhu diharapkan untuk membuat hak paten tersebut songket ini,” paparnya.
Dan yang terpenting adalaj bagaimana pemerintah dapat memasarkan secara luas produk kebanggaan Kabupaten lnhu ini.
Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan pengelolaan Pasar (Diaperindagpas) Kabupaten lnhu H. Ikhmatpraja ST, MT menerangkan bahwa dalam 3 tahun kondisi produksi kain songket rengat mati suri.
Hal ini dikarenakan para pengrajin (penenun) sudah berumur (tua) serta kurang mendapat perhatian.
“Untuk menghidupkan kembali produksi tenun terabut maka pada bulan April 2019 yang lalu Disperindagpas Kabupaten lnhu menggelar pelatihan tenun kain songket untuk generasi muda,” terangnya.
Selanjutnya kita akan berupaya untuk menambah jumlah pengrajin agar produksi kain songket Kabupaten lnhu dapat semakin meningkat.
“Untuk pemasaran kita akan menggunakan sistim Pace to Pace dan sistim online, hal ini dikarenakan kain songket hanya dipakai oleh orang-orang tertentu dan saat-saat tertentu,” paparnya.
Terkait adanya permintaan untuk mempatenkan kain songket rengat ini akan kita upayakan, hal ini demi kelangsungan kain songket lnhu, tutupnya. (Man)
