BANGKINANG(auranews.id) – Kerja keras kepala dinas pertanian Kabupaten Kampar, Hendri Dunan semakin teruji, setelah berhasil membangun puluhan sumur untuk petani padi, pemerintah kembali menyerahkan dua alat pengering padi untuk masyarakat di Desa Pulau Bodi Kecamatan Bangkinang Kabupaten Kampar, Senin(1/4).
Dua alat yakni Vertical Dryer untuk kapasitas 6 ton tahun anggaran 2018 dan penyerahan Power Thresher tahun anggaran 2019 yang merupakan batuan APBN diserahkan oleh Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto yang diwakili Sekretaris Daerah Yusri dan di dampingi kepala dinas Pertanian, Hendri Dunan.
Dalam sambutannya, Yusri menyebutkan semua alat tersebut merupakan bantuan dari pemerintah pusat dan itu tidak terlepas dari kerja keras pemerintah untuk menjemput dan melobi kementerian.
“Saat ini ekonomi yang tahan terhadap moneter adalah pertanian, minimal dari hasil pertanian kita dapat memenuhi kebutuhan keluarga. Inilah yang dikategorikan ekonomi mapan, untuk itu kita tingkatkan pertanian,” sebutnya.
“Pertanian ini harus kita perkuat jangan sampai kita tinggalkan, justru harus kita tingkatkan dengan menambah varietas tambahan seperti terong, sayur inilah yang nantinya dapat menambah penghasilan petani” sambung Yusri lagi.
Sementara itu, sekda juga berharap dan mendorong kadis pertanian dapat menambah jumlah dryer ini di beberapa titik pertanian yang strategis dan akan dianggarkan kedepannya untuk delapan kelompok tani agar Kampar mencapai swasembada pangan melalui sistem sharing budget.
“Pertanian merupakan sektor yang diharapkan pemerintah dan mendapatkan perhatian khusus karena saat ini semua lahan di Riau habis untuk sawit, untuk itulah pemerintah harus berfikir kedepannya,” harapnya.
Sementara itu, Kadis Pertanian Kabupaten Kampar Henry Dunan menjabarkan bahwa kondisi saat ini Kampar saat ini baru mampu menyediakan 80.000 ton padi.
Dari kebutuhan saat ini 120.000 ton, artinya masih defisit 40.000 ton, defisit tahun ini lebih dikarenakan 1500 hektar lahan terendam banjir dan menyebabkan kehilangan potensi 9000 ton padi.
“Mesin ini merupakan milik seluruh kelompok yang merupakan bantuan pusat dan diserahkan ke kabupaten Kampar dan saat ini dapat digunakan oleh seluruh kelompok tani yang pengelolaan nya dioptimalkan melalui Unit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA), bantuan ini untuk mengatasi persoalan yang ada selama ini” tutup Dunan.
Penulis: Defrizal
