BANGKINANGKOTA(auranews.co.id) – Sebanyak 6 orang pengurus DPD Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Kabupaten Kampar ditetapkan oleh Kemenag Kabupaten Kampar menjadi Duta Guru Modis (Moderat, Inovatif dan Santun).
Penetapan ini dilakukan oleh Kemenag karena DPD AGPAII Kabupaten Kampar dinilai berhasil melaksanakan seminar akbar dan mendeklarasikan Guru Modis 30 November 2022 lalu.
6 orang tersebut adalah Ketua DPD AGPAII Kampar M. Hendra Yunal, S.Pd.I, MSi yang mana saat ini menjabat Kepala SMA Negeri 1 Bangkinang Kota, lalu Sekretaris umum DPD AGPAII Kampar Imam Farih, S.Pd.I, M.Pd yang mana saat ini menjabat Kepala UPT SDN 016 Suka Mulya Kecamatan Bangkinang, kemudian Koordinator Bidang Humas AGPAII Kampar Hairunis,S.Pd.I yang mana saat ini menjabat Kepala UPT SDN 018 Bukit Sembilan Kecamatan Bangkinang.
Koordinator bidang kurikulum dan pembelajaran DPD AGPAII H. Afrizal Kholis, SAg, M.Ed yang mana saat ini menjabat Wakil Kepala SMA Negeri 1 Kampar, Ketua III DPD AGPAII Kampar Hasbullah, SAg, MA saat ini menjabat Kepala UPT SMP Negeri 3 Rumbio Jaya dan terakhir bidang kurikulum DPD AGPAII Kampar Afrianis S.Pd.I M. Pd Kepala UPT SD 002 Pangkalan Baru Kecamatan Siak Hulu.
“Selamat, 6 orang pengurus AGPAII kami tetapkan jadi Duta Guru Modis dalam rangka Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kemenag RI ke 77 tahun 2023,” kata Kakan Kemenag Kabupaten Kampar, H. Fuadi Ahmad, SH, MAB usai melaksanakan upacara di lapangan Kantor Kemenag, Senin (9/1/2023).
Ia berharap kedepannya agar Duta Guru Modis ini terus mensosialisasikan program Modis ini ke seluruh daerah sehingga guru-guru agama bisa lebih santun.
“Tentu kami berharap guru agama di Kampar bersikap santun dan terus mensosialisasikannya. Sasaran dari Modis ini hanya dua yakni dengan sering meminta maaf meski tidak salah dan berterimakasih,” katanya.
Ditetapkan sebagai Duta Guru Modis, Sekretaris umum DPD AGPAII Kampar Imam Farih mengatakan penetapan ini bukanlah hanya penghargaan semata melainkan tugas berat yang harus dijalankan kedepannya untuk mensosialisasikan makna dari Modis kepada seluruh guru PAI di Kabupaten Kampar.

Imam juga mengapresiasi Kementerian Agama yang melihat hal ini sebagai momentum penting dalam bekerja sama dengan DPD AGPAII Kabupaten Kampar.
“Saya tahu, program unggulan Kemenag yakni program moderasi beragama yang mana program ini mampu menjalin kolaborasi dan bekerjasama dengan stakeholder termasuk AGPAII,” imbuhnya.
Sementara, H. Afrizal Kholis yang juga selaku Ketua Panitia Seminar Akbar AGPAII menyampaikan ucapan terimakasih kepada Kemenag Kampar atas ditetapkannya 6 orang pengurus AGPAII menjadi Duta Guru Modis.
Menurutnya, penghargaan ini tak terlepas dari kesuksesan agenda yang telah dilakukan oleh DPD AGPAII tahun lalu yang mampu menghadirkan 1300 lebih guru agama dalam sebuah event akbar.
“Tak hanya itu saja, dalam acara tersebut kami juga mampu menghadirkan pejabat-pejabat AGPAII mulai dari jenjang pusat, provinsi dan daerah, semuanya lengkap. Terimakasih kepada Kakan Kemenag, Kasi PAIS dan Korwas Kemenag Kampar yang menjadikan momentum event akbar ini sebagai sebuah kelayakan untuk diberikannya penghargaan kepada beberapa orang perwakilan kepanitiaan dan kepengurusan DPD AGPAII,” jelas Afrizal.
Sementara, Ketua DPD AGPAII Kabupaten Kampar, M. Hendra Yunal menyampaikan rasa syukur atas pencapaian ini. Menurutnya, keberhasilan ini tak terlepas dari kerja keras dari kawan-kawan pengurus AGPAII sehingga Kemenag memberikan penghargaan kepada sejumlah pengurus.

“Syukur Alhamdulillah, tentunya penghargaan ini menjadi spirit bagi kami serta motivasi untuk berbuat baik nanti dibidang pendidikan agama. Bagi rekan-rekan pengurus AGPAII lainnya, kalau hari ini yang mendapat penghargaan kami yang ber-enam ini, maka sangat terbuka kedepannya yang mendapat penghargaan adalah rekan-rekan yang lain,” katanya.
Karena ditetapkan sebagai Duta Guru Modis, Pria yang akrab disapa MHY ini berharap kedepannya bisa memperagakan arti dari Guru Modis ini paling terkecil dilingkup sekolah masing-masing.
“Tentu yang terbesarnya ditingkat Kabupaten Kampar, ini akan terus disosialisasikan bagaimana kita menjadi guru PAI yang moderat, inovatif dan santun tentunya. Artinya tidak cukup hanya dari segi perkataan saja, akan tetapi juga dari tingkah laku perbuatan kita juga,” tegas MHY.***
