KAMPAR(Auranews.co.id) – Akhir-akhir ini Kabupaten Kampar tengah viral di media nasional. Hal ini dipicu oleh banyaknya mobil dinas yang dikuasai oleh Bupati Kampar, yaitu sebanyak 5 unit mobil. Keberadaan mobil yang dibeli menggunakan uang rakyat itu bukan hanya di Kampar saja, melainkan juga berada di Jakarta dan Yogyakarta. Dan fakta ini dibenarkan oleh Sekda Kampar. “Khusus untuk mobil Bupati dibilang lima, itu benar. Di pool itu ada mobil Bupati dan Wakil Bupati. Kebetulan bupati (alm Azis Zaenal) ada halangan tetap, meninggal. Tentu mobil dipool,” kata Sekda Kampar, Yusri, kepada wartawan, Rabu (1/9/2021).
Ternyata, menurut Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 7 Tahun 2006, seorang Kepala Daerah (Bupati/Wali Kota) hanya diperbolehkan menguasai dua unit mobil dinas saja. Kata Ketua Pansus Aset DPRD Kampar, Ansor, seperti dilansir dari Antara, Selasa (31/8/2021).
Menanggapi isu ini, Ketua AMPG (Angkatan Muda Partai Golkar) Kabupaten Kampar, Niko Ardian, mengatakan bahwa yang dilakukan oleh Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto seharusnya diberi apresiasi karena telah membuat Kabupaten Kampar terkenal sampai ke kancah nasional.
“Pertama-tama tentu kita harus ucapkan selamat kepada Bupati Kampar yang telah berhasil mempromosikan kabupaten kampar di tingkat Nasional. Kita lihat banyak media nasional yang menyorot Bupati Kampar di akhir masa jabatannya yang kita hitung tidak beberapa bulan lagi. Ini salah satu prestasi yang telah diraih oleh Bupati Kampar. Patut diapresiasi.”Ujarnya. M
Selain memberi apresiasi, Niko juga salut dengan gaya modis Catur Sugeng semenjak menjabat sebagai Bupati. Menurutnya, gaya modis Bupati sudah mewakili rakyat yang sulit bergaya karena tekanan ekonomi yang berat.
“Kemudian juga, saya lihat Bupati Kampar yang sekarang terlihat lebih modis dari yang sebelumnya. Seperti yang kita lihat di baliho-baliho dan foto-foto media sosialnya. Beliau selalu tampil dengan pede menggunakan kacamata hitamnya yang mengkilau. Mungkin itu bagian dari pelayanan beliau kepada masyarakat. Mungkin saja, ini hanya kemungkinan, ya. Niat beliau baik, untuk mewakili rakyat-rakyat yang susah bergaya di tengah tekanan ekonomi yang sedang sulit. Susah membeli jam tangan mewah. Susah membeli ikat pinggang mewah. Susah membeli kalung mewah. Sepatu mewah. Dan juga mobil mewah. Bisa jadi yang dilakukan oleh Bupati sekarang adalah mewakili itu semua. Mewakili rakyat yang susah mempunyai itu semua. Sebab itulah saya ingin memberi penghargaan kepada beliau sebagai Bupati Kampar terganteng sepanjang masa,”pungkasnya.
Kemudian ia melanjutkan terkait masalah mobil dinas yang dinilai terlalu berlebihan penggunaannya kita maklumi saja, semua itukan sudah berdasarkan kebutuhan beliau. Kita husnuzon saja. Seperti yang diberitakan di berbagai media, keberadaan beberapa mobil dinas dikritik, seperti di Jakarta dan Yogya, kita maklumi saja, mungkin itu untuk urusan kedinasan yang mengharuskan ada mobil dinas di sana. Jadi mungkin harus dengan pelayanan yang sangat baik. Atau mungkin biar tetap tampil keren dan terlihat mewah juga.
Kemudian Niko juga menyoroti kegiatan Bupati yang jarang sekali berada di pusat pemerintahan daerah, yaitu di Kota Bangkinang, melainkan lebih sering berada di rumah pribadinya, di Tapung.
“Akhir-akhir ini kita lihat juga Bupati Kampar sering melaksanakan kegiatan pemerintahan di rumah pribadinya. Kita maklumi saja, mungkin rumah dinas Bupati Kampar atau kantor Bupati Kampar yang sekarang sudah tak layak untuk diadakan kegiatan pemerintahan dan pertemuan-pertemuan lain. Ya mungkin lebih layak di rumah pribadi beliau karena lebih nyaman, jauh dari gangguan dan tidak berisik. Atau mungkin supaya tidurnya tidak terganggu oleh keluhan masyarakat. Sekali lagi, kita harus husnuzon kepada Beliau.”ujarnya.
Dari itu semua, Niko berharap prestasi yang tengah dilakukan oleh Bupati Kampar ini harus ditingkatkan lagi agar kelak dapat dikenang oleh masyarakat.
“Harapan kita prestasi seperti ini harus ditingkatkan lagi agar dapat dikenang oleh masyarakat banyak nantinya. Kita harus bersyukur dan ambil hikmah atas semua ini. Saya kira masalah mobil dinas ini biasa-biasa saja, seperti apa yang disampaikan oleh Sekda dalam konferensi persnya, yaitu sudah sesuai aturan. Jika begitu, mari kita dukung, doakan semoga beliau sehat selalu dan sukses memimpin kabupaten kampar hingga akhir masa jabatannya,”Tutupnya.***
