Minggu, Mei 3, 2026
BerandaDaerahBabinsa Koramil 02 Rambah Peduli ke Warga Miskin Tinggal di Gubuk Tak...

Babinsa Koramil 02 Rambah Peduli ke Warga Miskin Tinggal di Gubuk Tak Layak Huni 

ROKANHULU(AuraNEWS.co.id) — Keluarga miskin bernama Suriadi (39) yang hidup di sebuah gubuk tak layak huni dan jauh dari kata nyaman, mereka berdomisili di Dusun Kumu RT 001 RW 001 Desa Rambah Kecamatan Rambah Hilir Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Provinsi Riau. Mereka tidak pernah menyangka harus tinggal di gubuk reot yang berdinding terpal, jika hujan bocor. Dia tidur beralas para-para dan terpal di gubuk tenda bersama istri dan kedua anaknya.

Suriadi bersama istrinya tak kuasa menahan haru saat dikunjungi Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 02 Rambah Kodim 0313/KPR Pelda Sahbuki bersama Serda Dedy Nofery Samosir.

Menurut kedua anggota TNI itu, “Untuk menuju ke gubuk itu , harus melawati jalan perkebunan warga, jika musim hujan, jalan setapak itu sulit dilalui karena licin dan becek.” katanya.

Pasangan keluarga miskin ini, tak kuasa menahan sedih ketika kedatangan dua orang TNI, hingga  membuat mereka menangis haru.

Suriadi mendekap erat tubuh Babinsa Koramil 02 Rambah. Isak tangis membuat suasana semakin haru. Mata Babinsa TNI juga ikut berkaca-kaca.

Danramil 02 Rambah Kapten Inf Kasmir melalui penerangan humas Serda Dedy Nofery Samosir, membenarkan bahwa pihaknya telah mengunjungi gubuk kediaman Suriadi, Senin (26/04/2021) pagi.

“Ya benar, kami telah berkunjung ke gubuk Suriadi, selain berkunjung, Kami juga memberikan bantuan sembako dan uang saku. Itu semua merupakan bentuk kepedulian Babinsa TNI kepada warga,” Ujarnya.

Untuk diketahui, hidup Suriadi memang serba kekurangan. Saat dikunjungi Babinsa, gubuk ini beratapkan terpal dan berdinding terpal lapuk.

Jika turun hujan, gubuk berukuran 3×4 m itu akan menetes air. Gubuk itu hanya ada kamar yang beralaskan para-para, sementara kamar mandi pun tidak ada ditemukan.

Posisi gubuk reot itu persis di bawah pohon karet miilik warga. Mereka pun sebenarnya menempati di lahan milik warga yang belum dibangun.

Suriadi menjelaskan, dia bersama keluarganya sudah 4 tahun tinggal di gubuk tersebut. Dengan mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan sehari–hari, dia harus mencari brondolan dan menderes karet milik warga.

‘Kami tinggal di sini sudah ada empat tahun. Saya memenuhi kebutuhan keluarga dengan cara mencari brondolan dan menderes karet,’ jelas Suriadi.

‘”Saya mendapatkan penghasilan dari pekerjaan itu dalam seminggu menghasilkan uang sebesar seratus lima puluh ribu dalam satu minggu,” jelasnya.

Dia juga menjelaskan, selama hidup empat tahun di gubuk itu, dia belum pernah menerima bantuan.

Dilanjutkan Suriadi, saat ini mereka memiliki anak perempuan N (10) yang mengalami luka bakar di tangan. Sudah pernah dibawa berobat, tetapi lagi-lagi terkendala masalah dana, anaknya gagal untuk dilakukan pengobatan.

‘Kami tidak memiliki kartu jaminan kesehatan pak, kami berharap adalah bantuan dari pemerintah,’ tutupnya.(***/Alfian Top)

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments