KAMPAR(auranews.co.id) – Pembangunan proyek jalan tol Bangkinang – Pangkalan masih terus berjalan. Hingga Maret 2021, progres pembangunan jalan tol sepanjang 60 kilometer itu sudah mencapai 35 persen.
Manager Teknik PT Wika, M Rizal mengatakan pembangunan Tol Bangkinang – Pangkalan dimulai pada Oktober 2020 dan progres kontruksinya sampai saat ini sesuai dengan jadwal yang disusun oleh perusahaan.
“Untuk minggu ini, progres fisiknya sudah mencapai 35 persen dan ditargetkan rampung pada pertengahan 2022,” kata M Rizal saat dihubungi auranews.co.id, Senin (22/3/2021).
Ia menjelaskan, dari total 60 Km pembangunan jalan tol tersebut, PT Wika baru mendapat izin pelaksanaan dari investor sepanjang 24 Km.
Dari 24 Km tersebut, secara teknis ada pembangunan jembatan yang cukup besar dan panjang yakni terletak di Desa Tanjung Alai, XIII Koto Kampar.
“Pada Pembangunan 24 Km ini kita ada pembangunan yang cukup menarik dan jarang ditemui di tol trans Sumatera yaitu pembangunan jembatan di Tanjung Alai dengan total panjang jembatan 1 Km untuk 4 jembatan,” ungkapnya.
Menariknya, sambung Rizal, pembangunan jembatan yang besar ini melewati Danau PLTA Koto Panjang yang butuh keseriusan dan kerja keras. “Ini menjadi tantangan teknis bagi kami, insyaallah bisa kami lewati dengan baik, doakan kami yah,” harap Rizal.
Untuk dari Tanjung Alai ke Pangkalan, nantinya baru ada hal-hal yang unik. Selain jembatan yang panjang, juga bakal ada terowongan.
Ia mengaku, sejauh ini memang dalam pengerjaan tol ini ada mengalami beberapa kendala misalnya seperti pembebasan lahan, persoalan tekstur tanah dan lainnya, namun semua persoalan tersebut masih bisa diatasi dengan baik.
“Ini semua berkat dari dukungan masyarakat dan pemerintah daerah,” pungkasnya.***
