Minggu, Mei 3, 2026
BerandaAdvetorial"Maaghak Suwek" Tradisi Masyarakat Pulau Birandang Sambut Musim Panen

“Maaghak Suwek” Tradisi Masyarakat Pulau Birandang Sambut Musim Panen

PULAUBIRANDANG(auranews.co.id)– Wujud dari rasa syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan hasil panen padi yang berlimpah masyarakat Desa Pulau Birandang melaksanakan acara Maaghak Suwek yang dihadiri oleh Bupati Kampar yang diwakili oleh Sekretaris Daerah kabupaten Kampar Yusri, Msi atau yang dikenal juga dengan Datuok Bandaro Mudo pada Kamis siang (26/11/2020) di lapangan sekolah agama Islam (MDA) Desa Pulau Birandang.

Pada acara ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh yakni ketua DPRD kabupaten Kampar Muhammad Faisal, ST, anggota DPRD provinsi Riau Hj. Eva Yuliana beserta tokoh pemuda Kampar Rachmad Jevary Juni ardo, kepala Dinas komunikasi informasi dan persandian kabupaten Kampar Arizon, SE, kepala Dinas pertanian kabupaten Kampar Ir. Bustan serta pejabat terkait lainnya.

Dalam sambutannya sekda Kampar Yusri, Msi menyambut baik acara dan kegiatan seperti ini, menurut nya acara ini mengandung dua makna yang sangat baik pertama adalah sebagai manusia kita wajib bersyukur dengan karunia nikmat yang telah Allah SWT berikan, dengan hasil panen yang berlimpah ini masyarakat kita tidak kekurangan pangan, artinya Allah memberikan kira rezeki disini Alhamdulillah, kedua ini juga merupakan budaya yang telah lama dilakukan oleh orang tua kita dahulu, selain pelestarian budaya juga sebagai media komunikasi antar masyarakat dan menjaga silaturahmi, untuk kedepannya kita ingin adakan acara positif seperti ini dan kami sebagai pemerintah sangat mendukung”tutupnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Ketua DPRD kabupaten Kampar Muhammad Faisal, ST bahwasanya kita ingin melestarikan kebudayaan kita ini yang mana didalamnya juga terkandung rasa syukur kepada sang pencipta, kita meminta untuk kedepannya acara ini terus dilakukan agar budaya yang kita miliki terus dilestarikan sampai ke anak cucu kita kelak, kami juga sebagai wakil rakyat mengapresiasi kepada masyarakat yang masih melaksanakan acara seperti ini” tukasnya.

Acara Maaghak Suwek ini biasanya dilakukan menjelang panen padi oleh masyarakat, dan pada proses selanjutnya kita juga mengenal dengan nama Batobo (Gotong Royong) yakni proses memanen padi oleh masyarakat bersama- sama turun ke sawah, biasanya dalam Batobo ini sering juga kita temui makanan jajanan khas dari Kampar sebagai cemilan ataupun makanan untuk dimakan dengan masyarakat yang ikut.

Ditempat yang sama, Kades Pulau Birandang Tomas Renaldo menyampaikan ucapan terima kasih kepada panitia pelaksana serta seluruh pihak yang membantu menyukseskan acara ini.

“Terimakasih kepada panitia pelaksana, pemuda IPMPB, para petani Desa Pulau Birandang atas kerjasama yang sangat luar biasa hingga berlangsungnya acara ini dengan baik,” ujar kades milenial itu.

Dalam kurun waktu jabatan yang masih seumur jagung ini, tuah Tomas memimpin semakin terasa bagi masyarakat Desa Pulau Birandang.

Bahkan, ia berkeinginan “Maaghak Suwek” menjadi tradisi fenomenal dan satu-satunya di dunia yang berasal dari desanya.

Bukti kepemimpinan pria bersahaja ini semakin terlihat, saat ini ia sudah memasukkan ke buku lintang desa yaitu RPJMDes setiap tahunnya.

Ia pun berharap penuh dukungan Pemerintah Kabupaten Kampar terkhusus di saat kepemimpinan Bupati Kampar H. Catur Sugeng Susanto, SH untuk menganggarkan dana APBD setiap tahunnya melalui Dinas Pariwisata agar tradisi “Maaghak Suwek” bisa terlaksana secara rutin setiap tahun dan menjadi budaya nasional.(***)

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments