KAMPAR -(auranews.co.id)- Gubernur Riau Drs. H. Syamsuar, MSi meninjau Posko Cek Poin Satgas Covid-19 Perbatasan Riau-Sumbar yang terletak di Kelok Indah, Batu Bersurat, XIII Koto Kampar, Rabu (28/10/2020).
Selain Gubri, tampak hadir Wakil Ketua DPRD Riau Hardianto, Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, Danrem 031/WB Brigjend TNI M. Syech Ismed, Danlanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Ronny Irianto Moningka, Danlanal Dumai Kolonel Laut (P) Himawan, Kadiskes Provinsi Riau Mimi.
Hadir juga mendampingi Gubri, Sekda Kampar Yusri, Kapolres Kampar AKBP M. Kholid, Dandim 0313/KPR Letkol Inf leo Oktovianus M. Sinaga, Danyonif 132/BS Mayor Inf Muhammad Syafii, Kadiskes Kampar H. Dedy Sambudi, Kadiskominfo Arizon.
Gubri Syamsuar mengatakan, kunjungan ini dalam rangka untuk mengecek kesiapan dan pelaksanaan dari pengawasan di perbatasan.
“Hari ini kami sengaja meninjau cek poin yang ada di Kampar, perbatasan Riau-Sumbar. Terimakasih kepada Pemda Kampar yang telah membantu mempersiapkan posko terpadu ini. Mudah-mudahan dengan adanya Posko ini, kita bersama Sumatera Barat dapat menjaga dari penularan covid-19 ini,” ujar Syamsuar.
Dikatakannya, dengan adanya libur panjang, bisa berpotensi menambah penularan covid-19. Maka karena itu, Pemprov Riau mendirikan posko cek poin covid-19 di perbatasan.
“Semoga libur panjang ini tidak menambah penularan lebih banyak, inilah barangkali salah satu upaya kita untuk mengatasi penyebaran covid-19,” ucapnya.
Ia berharap, masyarakat dapat disiplin dan mematuhi protokol kesehatan covid-19 agar dapat menjaga kesehatan masyarakat.
“Saya minta masyarakat dapat mematuhinya, ini semua untuk kepentingan kita bersama. Terutama untuk menjaga kesehatan masyarakat Riau dan Sumatera Barat,” imbuhnya.
Syamsuar menyampaikan, posko cek poin ini akan aktif sampai libur panjang berakhir dan hanya melakukan pemeriksaan kesehatan, seperti pengecekan suhu tubuh dan mendata kedatangan keluar-masuk masyarakat.
“Hanya sampai berakhirnya libur panjang saja. Posko cek poin hanya melakukan pemeriksaan kesehatan saja, seperti cek suhu tubuh dan pencatatan dari mana dan mau kemana. Ini berguna bagi kita, andai mereka terkonfirmasi positif jadi kita sudah mengetahui keberadaannya,” tambahnya.
Sebelumnya, kata Syamsuar, Pemprov Riau sempat memberlakukan pemeriksaan kesehatan dengan rapid test, akan tetapi hal tersebut ditiadakan.
“Memang sebelumnya ada peraturan pemeriksaan rapid tes. Tapi karena sudah ada edaran dari Kementerian Kesehatan, kemudian juga dari Dirjend Perhubungan Darat, bahwa angkutan melalui darat tidak wajib lagi rapid test, makanya kita tidak wajib lagi rapid test, Mudah-mudahan yang hadir antar kedaerahan ini sehat-sehat saja,” harapnya.(FLS)
