HomeDaerahJon Andi Zainal Dokter Kedua di Riau Asal Kampar yang Meninggal Akibat...

Jon Andi Zainal Dokter Kedua di Riau Asal Kampar yang Meninggal Akibat Covid-19

KAMPAR -(auranews.co.id)- Dunia medis kembali berduka, setelah sebelumnya Oky Alfin menjadi dokter pertama di Riau wafat akibat covid-19. Kini, Jon Andi Zainal menjadi dokter kedua yang wafat akibat covid-19.

“Jon Andi Zainal menjadi dokter kedua setelah Oky Alfin yang meninggal dunia akibat covid-19. Almarhum sudah seminggu dirawat di RS Arifin Ahmad Pekanbaru. Hasil swab beliau dinyatakan positif covid-19,” ucap Kadiskes Kampar H Dedy Sambudi, S.KM, M.Kes kepada auranews.co.id, Kamis (24/09/2020).

Tim medis Riau, terutama Kampar sangat kehilangan. Almarhum dokter Jon Andi wafat di RS Arifin Ahmad Pekanbaru pada pukul 16:45 WIB.

“Pemerintah Kabupaten Kampar turut berdukacita yang sedalam-dalamnya atas kepergian beliau. Terimakasih atas dedikasi dan perjuangan beliau selama ini, semoga beliau wafat dalam keadaan husnul khatimah. Segala amal ibadah beliau diterima oleh Allah SWT,” tambahnya lagi.

Jenazah almarhum dokter Jon Andi dilepas oleh Gubernur Riau H. Syamsuar, M.Si yang diwakili Kadiskes Provinsi Riau di RS Arifin Ahmad menuju pemakaman, sesuai protokol covid-19.

Jenazah Dokter Jon Andi Zainal dilepas oleh Gubernur Riau yang diwakili Kadiskes Provinsi Riau dan dihadiri Kadiskes Kampar H. Dedy Sambudi di RS Arifin Ahmad Pekanbaru.

“Almarhum dokter Jon Andi akan dimakamkan di Air Tiris sesuai protokol covid-19, tak jauh dari tanah kelahirannya,” terangnya.

Dedy menceritakan, dokter Jon Andi merupakan sosok yang baik, ramah dan santun. Dirinya dikenal seorang yang pekerja keras.

“Beliau sehari-hari berdinas sebagai dokter umum di Puskesmas Kampar. Sebelumnya, beliau meniti karir di Puskemas Tambang pada tahun 2003 sampai 2005. Kemudian, sempat berdinas di RSUD Bangkinang tahun 2006 sampai 2009,” ungkap Dedy.

Dokter Jon lahir di Desa Penyasawan, 11 Juni 1974. Ia meninggalkan seorang istri dan tujuh orang anak.

Dedy pun berharap, ini menjadi kasus terakhir bagi tenaga kesehatan yang gugur akibat covid-19.

“Semoga ini menjadi kasus terakhir bagi tenaga kesehatan. Tetap jaga kesehatan dan semangat. Kesehatan tenaga medis adalah keselamatan masyarakat. Tanpa tenaga medis, siapa yang akan melindungi masyarakat,” ujarnya.

Kadiskes Kampar ini pun menghimbau masyarakat, agar taat dan patuh terhadap Perbub Nomor 44 tahun 2020 tentang penanggulangan penyakit menular dan peningkatan disiplin dan penerapan hukum terkait covid-19.

“Sesuai instruksi Bupati Kampar, kita himbau masyarakat untuk patuh dan disiplin menerapkan protokol kesehatan covid-19. Kita selalu mengingatkan, agar masyarakat patuh memakai masker, rajin cuci tangan, jaga jarak dan hindari kerumunan,” ajaknya.(FLS)

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments