BANGKINANG KOTA -(auranews.id)- Pengurus Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kabupaten Kampar melakukan rapat untuk mereshuffle pengurus demi memantapkan kinerja menjelang Kampar International Dragon Boat Festival 2020 di Kantor Koni Kampar, Bangkinang Kota, Jumat (22/11/2019) pagi.
Dalam rapat tersebut, Ketua PODSI Kampar Letkol Inf Aidil Amin, S.IP, M.I.POL yang didampingi Sekretaris PODSI Kampar Syamsir Syarief dan Wakil Ketua Zainal Arifin mengatakan bahwa penyegaran pengurus sangat diperlukan. Sebab menurutnya, dengan jumlah pengurus yang banyak akan tetapi yang bekerja hanya separuh.
“Untuk apa jumlah pengurus banyak, nyatanya yang bekerja hanya separuh. Kita lihat cerminan pada pelaksanaan Kampar International Dragon Boat Festival (KIDBF) 2019 kemarin. Lebih baik jumlah kita sedikit, tapi benar-benar ingin bekerja keras demi organisasi,” ucap pria yang bergelar adat Datuk Palo Panglimo Kampa ini.
Dipertemuan tersebut, Aidil memperkenalkan Sekretaris baru PODSI Kampar, Budi Azwar. Sebelumnya, sekretaris dijabat oleh Syamsir Syarief, namun berhubung kondisi yang tidak memungkinkan untuk bekerja, maka Syamsir dengan mulia hati mengundurkan diri demi fokus pada pengobatan dirinya.
Selain itu, Aidil juga memperkenalkan Doni di bendahara untuk bekerjasama dengan Amir dan Alfajri. Serta memperkenalkan tim kreatif, Nanda, Aulia, Abdi, Arif, dan Mirayeni.
Kemudian, jelang Keberangkatan Tim Dragon Boat PODSI Kampar ke Penang International Dragon Boat Festival di Malaysia, maka PODSI Kampar telah melakukan sejumlah uji coba tanding di berbagai festival. Terakhir, tim Dragon Boat mengikuti lomba di Siak.
Selanjutnya, PODSI Kampar mengagendakan persiapan menjelang KIDBF 2020 yang telah didukung penuh Pemprov Riau. Bahkan Gubernur Riau Drs. H Syamsuar MSi menyatakan KIDBF 2020 merupakan prioritas utama Pemprov dan harus lebih baik lagi dari penyelenggaraan sebelumnya.
“Kita akan malu, jika kita sudah didukung penuh oleh Pemprov, tapi pelaksanaannya tak maksimal. Kita harus segera mendapatkan rekomendasi dari bupati, agar gubernur bisa mengeluarkan sket. Agar panitia bisa lebih bekerja secara clear (jelas) dan keras, hal ini perlu kita lakukan setiap harinya,” tutur Aidil dengan tegas. (FLS)
