PEKANBARU -(auranews.id) – Gubernur Riau, Syamsuar Kamis malam (15/8/2019) mengukuhkan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Provinsi Riau tahun 2019, di Gedung Daerah Pekanbaru.
Pengukuhan diawali dengan pembacaan ikhrar dan pemasangan kendit kepada peserta Paskibra.
Dalam arahannya, Gubernur Riau Syamsuar menyatakan peserta yang dipilih menjadi Paskibra merupakan putra dan putri terbaik Riau. Karena secara berjenjang sudah diseleksi mulai dari tingkat kabupaten/kota hingga ke tingkat provinsi.
“Kami yakin yang dikukuh ini sudah melalui berbagai proses atau tahapan panjang, serta memenuhi persyaratan yang telah ditentukan seperti kesehatan, keterampilan dan tingkat-tingkatan intelektual,” ujarnya.
Gubri juga berpesan agar pendidikan dan keterampilan yang telah diberikan oleh para instruktur selama mengikuti latihan harus secara bersungguh-sungguh dijadikan pedoman.
“Karena dengan kesungguhan itu, maka pengibaran duplikat bendera pusaka merah putih bisa dikibarkan dengan sukses,” ujar Gubri.
Paskibra putri Riau tetap memakai celana Panjang
Pemerintah pusat melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI telah membatalkan kebijakan Paskibraka putri menggunakan celana untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Republik Indonesia. Mereka tetap memakai rok seperti tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Riau, H. Doni Aprialdi, ketika dihubungi auranews.id melalui telepon selulernya, mengaku telah mendapat informasi terkait kebijakan Menpora terbaru tersebut.
“Iya kami sudah dapat info itu. Tapi kebijakan itu semua dikembalikan ke daerah, apakah pakai celana dan rok,” ujar Doni.
Doni menegaskan Paskibraka Riau yang putri tetap mengunakan celana.
“Pak Gubernur juga ingin anak-anak Paskibraka Riau tahun 2019 yang putrinya pakai celana panjang,” ungkapnya. (Ferry Anthony)
