BANGKINANGKOTA(auranews.id) – Bermula melangkahkan kaki ke lokasi objek wisata dekotoz yang berada di Bukit Kincung Kelurahan Batu Bersurat Kecamatan XIII Koto Kampar hawa dingin langsung menyerap tubuh seketika, meski hari masih siang.
Hawa dingin yang datang berhembus dengan spontan membuat bulu roma merinding, serasa ada orang yang mengipas kita dengan kain.
Dari luar tidak ada yang akan menduga wisatanya begitu indah, jalan menuju ke vila itu kayak jalan kekebun karet, pecahan batu gunung yang melonjak-lonjakkan roda kendaraan.
Menjelang sampai ketujuan, kiri-kanan dikelilingi semak belukar, lintasan atau jalan hewan liar (Babi hutan – red) terlihat melukis semak – semak itu.
Ahad, (28/7) sore, kami mencoba menelusuri wisata yang dikelola oleh konon nya pemuda Bali. Dari jalan lintas yang menghubungkan Riau ke Sumatra Barat. Simpang masuk ke de kotoz nyaris tak terlihat, dilandaskan tidak ada tanda – tanda adanya surga wisata didalamnya.
Jalannya tanah dan bebatuan, serta juga ada pasir yang selalu membuat ban sepeda motor tergelincir. Dari pinggir jalan raya sekitar 200 meter baru ditemukan gerbang yang terbuat dari seng.
Melihat gerbang yang tak selayaknya itu, membuat kita tidak percaya ada wisata dan pemandangan yang indah di dalamnya.
Pada sore itu kami tidak bisa masuk kedalamnya, karena gerbang digembok dengan rantai.
Sebelumnya, saat sejumlah atlet Dayung Dragon Boat International menginap di vila itu, kami berhasil masuk bersama panitia Dragon Boat.
Pertama kali masuk, spontan selera kami langsung kaget, keindahan alam menawan memikat membuat hati kita terpikau.
“Serasa di surga dunia” ujar teman kami Fauzi saat itu.
Betul tempatnya indah, alamnya dikelilingi pepohonan rimbun, daun yang menghijau mengeluarkan udara yang segar, bangunan tertata rapi, tempatnya bersih.
Didalam objek wisata itu juga disediakan keyboard tempat hiburan, serta restoran menyediakan menu yang lezat.
Sayangnya, suasana indah itu disertai suara – suara yang tidak pernah didengar. Ada suara teriakan minta tolong dan ada juga suara binatang yang membuat bulu merinding.
Lokasinya jauh dari pemukiman, tepatnya berada ditengah semak, suara kendaraan sontak tak terdengar, suara suara yang menyeramkan terdengar dimalam hari.
“Saya sering mendengar suara aneh disini, kemaren saya sempat mendengar suara orang minta tolong dari kejauhan, dan juga suara binatang yang tidak pernah saya dengar. Apakah itu halusinasi saya atau bagai mana, yang jelas saya mendengar,” akuinya lagi.(Defrizal)
