Senin, Februari 26, 2024
BerandaAdvetorialBupati Pelalawan Pantau Harga dan Siapkan Posko Hadapi Pandemi Covid-19

Bupati Pelalawan Pantau Harga dan Siapkan Posko Hadapi Pandemi Covid-19

Pelalawan(auranews.co.id) – Situasi pandemi Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 di sejumlah daerah di Indonesia membuat Pemerintah Daerah setempat harus bekerja ekstra. Pengawasan dan pemantauan yang ketat harus dilakukan di tengah melandanya wabah mematikan tersebut. Tak sebatas memperketat pengawasan untuk memutus penyebaran virus, tapi juga pemantauan terhadap harga pasar yang terdampak dari pandemi yang berlaku ini.

Seperti yang dilakukan Bupati Pelalawan HM Harris bersama Forum Koordinasi Pimpinan Perangkat Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pelalawan beberapa waktu lalu. Bupati dan rombongan terlihat langsung turun memantau di Pasar Baru Pangkalan Kerinci. Pemantauan tersebut dilakukan untuk mengecek isu terkait adanya kenaikan harga kebutuhan pokok di pasar-pasar tradisional Kecamatan Pangkalan Kerinci.

Dari pengecekan tersebut diketahui bahwa isu itu tak sepenuhnya benar. Semisal di pasar tradisional Pasar Baru Pangkalan Kerinci, dimana sejumlah kebutuhan pokok disana masih stabil.

Dari informasi yang disampaikan para pedagang, diantara barang-barang yang mengalami kenaikan adalah gula pasir, bawang putih serta bawang merah. Sementara kebutuhan lain kenaikan tidak signifikan.

Di hadapan Bupati serta Forkopimda baik Kajari, Kepala Pengadilan Negeri, Kapolres, Danramil, para pedagang malah mengeluhkan kunjungan pembeli yang sangat sepi.

Kepada para pedagang, Bupati HM Harris mengimbau mereka untuk selalu meningkat kewaspadaan. Dan khusus proses jual beli, beliau meminta mereka untuk tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh suasana.

“Saya mengimbau masyarakat untuk tetap tenang. Jangan lakukan aksi penimbunan sembako. Pemerintah telah pastikan ketersediaan bahan pokok tersebut,” jelasnya.

Ikut pada kegiatan ini, Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pelalawan H Fakhrizal juga turut menyampaikan perkembangan terkini harga kebutuhan pokok di pasar tradisional di Kabupaten Pelalawan.

Secara umum, tidak terjadi kenaikan harga kebutuhan pokok. Harga cenderung stabil. Hanya untuk gula pasir terjadi peningkatan harga mencapai 25 persen dari sebelumnya yakni Rp 17 ribu. Bawang merah dan bawang putih juga mengalami kenaikan, tapi hanya berkisar Rp 1.000- Rp 2.000 saja.

“Alhamdulillah, kondisi harga di pasar-pasar tradisional menghadapi situasi Covid-19 masih stabil. Stok pangan juga masih stabil,” imbuhnya.

Di kesempatan itu Kadis juga mengharapkan masyarakat untuk tidak melakukan aksi penimbunan sembako. Kemudian pemerintah juga membatasi jam pasar hingga pukul 10.00 Wib.

Siapkan Posko
Pemkab Pelalawan menegaskan berada di garis terdepan dalam upaya membatasi pergerakan penyebaran Covid-19. Bupati Pelalawan membuat sejumlah kebijakan yang dinilai sangat strategis untuk memutus mata rantai penyebaran virus berbahaya ini.

Bupati Pelalawan HM Harris mengatakan bahwa Pemkab Pelalawan saat ini sangat fokus mengatasi virus Corona. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan menyiapkan Posko Covid-19 di setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Pelalawan, serta ruang isolasi khusus di RSUD Selasih Pelalawan.

“Saya dapat yakinkan masyarakat bahwa pemerintah daerah berada di garis terdepan dalam usaha pencegahan penyebaran Covid-19,” ucap HM Harris beberapa waktu lalu.

Tak hanya itu, lanjut HM Harris, untuk lebih mengoptimalkan langkah penanggulangan virus Corona ini, Pemerintah Kabupaten Pelalawan juga akan mengalokasikan anggaran yang mencapai Rp 63 milliar. “Ya, kita anggarkan Rp 63 M. Karena berdasarkan perhitungan, plafon untuk penanggulangan hingga pencegahan kita membutuhkan dana Rp63 miliar,” ujarnya lagi.

Dikatakan Bupati, hingga saat ini pihaknya baru bisa menyisihkan anggaran sebesar Rp36 miliar dari relokasi dan perampingan anggaran dari beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di Pemkab Pelalawan.

Angka itu tentunya masih kurang dari target yang dibutuhkan. Untuk itu, pihaknya mengaku masih terus berusaha untuk menggeser beberapa pos pekerjaan yang dirasa tidak terlalu mendesak. “Ini kita alokasikan dari kegiatan non fisik sebesar Rp36 miliar dan kekurangannya masih kita geser untuk mengatasi pandemi ini,” tutur Bupati Pelalawan.

Anggaran yang disiapkan tersebut akan dialokasikan untuk berbagai kegiatan, seperti pengadaan alat pelindung diri (APD), hingga untuk bantuan sosial bagi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 ini.

Terkait teknis pelaksanaan, Pemkab Pelalawan akan menggandeng aparat penegak hukum dari kejaksaan serta kepolisian, agar penggunaan anggaran negara itu tepat sasaran dan tepat guna, sehingga tidak ada oknum-oknum yang dapat bermain.

Bupati HM Harris juga memuji kesadaran masyarakat Kabupaten Pelalawan dalam membatasi penyebaran Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19. Apresiasi, ujarnya, patut diberikan. Pasalnya, dengan swadaya, masyarakat di Kabupaten Pelalawan sudah berhasil mendirikan posko Covid-19 di pintu masuk desa masing-masing. Kesadaran ini muncul dari dalam hati masyarakat sendiri dan pemerintah patut memberikan apresiasi.

“Alhamdulillah, masyarakat telah memiliki kesadaran tinggi terkait menangani kasus Covid-19 di wilayahnya. Dengan swadaya, mereka telah mendirikan posko-posko Covid-19 di desa masing. Kemudian juga telah menaati anjuran pemerintah agar menahan diri untuk tindak bepergian keluar daerah. Sekaligus tidak menggelar acara yang mendatangkan keramaian,” ucapnya. (Adv)

- Advertisement -




RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments