Senin, Februari 26, 2024
BerandaTak BerkategoriJaksa Masuk Sekolah Seminggu Sekali, agar Pelajar Pahami Hukum dan Tidak Terkena...

Jaksa Masuk Sekolah Seminggu Sekali, agar Pelajar Pahami Hukum dan Tidak Terkena Hukuman

KAMPAR – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kampar mengagendakan kegiatan Jaksa Masuk Sekolah (JMS) seminggu sekali. Program Kejari Kampar ini agar pelajar memahami hukum dan tidak melakukan perbuatan melawan hukum  yang dapat terkena hukuman.

Program ini digelar untuk menumbuhkembangkan kesadaran hukum bagi masyarakat secara umum dan pelajar secara khusus. Para pelajar memang seharusnya mendapat ilmu hukum sejak dini, kata Kasi Intel Silfanus Rotua Simanulang, S.H. mewakili Kajari Kampar, Suhendri, S.H., M.H, Jum’at (14/2/2020)

“Program ini bertujuan untuk mengenalkan produk hukum seperti undang-undang serta mengenal keakraban lembaga Kejaksaan dan tupoksinya di kalangan pelajar serta agar pelajar memahami hukum dan tidak melakukan perbuatan melawan hukum yang dapat terkena hukuman,” tutur Silfanus.

Silfanus menjelaskan, di samping fungsi penegakan hukum, Kejari Kampar juga melakukan fungsi preventif yakni mencegah terjadinya kejahatan dengan melakukan penerangan hukum. beberapa yang disampaikan dalam paparannya adalah potensi pelanggaran terhadap Undang undang transaksi elektronik UU ITE nomor 11 tahun 2008

Tim JMS terdiri dari, Kepala Kejaksaan Negeri Kampar Suhendri, S.H., M.H., Kasi Intel, Silfanus Rotua Simanullang, S.H.), Jaksa Fungsional pada Seksi Intelijen, Rezi Dharmawan, S.H., dan Rima Eka Putri, S.H., Jaksa Fungsional Pada Seksi Datun Kejaksaan Negeri Kampar Dame Juliana Munthe, S.H., dan Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Disdikpora Kampar, Ramzi.

Dalam paparannya dengan materi “Medsos & Hoax” tim JMS mengedukasi para pelajar tentang cara bermedsos yang bijak, menyampaikan bahaya isu Hoax, sanksi bagi Haters di medsos, pengguna medsos, serta tips bijak bermedsos.

Selain itu, lanjut Silfanus, tim JMS juga mengenalkan peran Kejaksaan menindaklanjuti proses hukum melalui tayangan video berjudul Ayo Kenali Hukum, Jauhkan Hukuman.

Silfanus meminta dan mengharapkan agar para pelajar menerapkan ilmu di dapat dalam kehidupan sehari-hari ditengah masyarakat termasuk lingkungan sekolah.

Untuk tahun 2020 pertama kali kegiatan JMS dilaksanakan di SMP Negeri I Bangkinang Kota dengan peserta sebanyak 61 orang dan SMP Negeri 3 Bangkinang sebanyak 77 orang. Kejari Kampar berencana JMS diagendakan setiap seminggu sekali, kata Silfanus.

Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Disdikpora Kampar, Ramzi mewakili Kepala Dinas sangat mengapresiasi adanya program JMS tersebut. Dengan pemahaman hukum sejak dini akan membantu proses pembentukan karakter anak bangsa yang berbasis hukum.

“Mudah-mudahan dengan memahami dan menaati hukum para pelajar ini menjadi anak yang berprestasi dan membanggakan serta bisa diharapkan,” ucapnya. (Syailan Yusuf)

- Advertisement -




RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments