Kamis, April 11, 2024
BerandaDaerahDekan FT UIR: Kurikulum Harus Mampu Menjawab Tantangan Regional

Dekan FT UIR: Kurikulum Harus Mampu Menjawab Tantangan Regional

PEKANBARU -(auranews.id)- Kurikulum perguruan tinggi harus memenuhi Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), begitu juga dengan Kurikulum program studi yang harus mampu menjawab  tantangan regional dan internasional agar para lulusan yang dihasilkan memiliki kompetensi untuk bersaing dimasa mendatang.

Hal itu disampaikan Dekan Fakultas Teknik Universitas Islam Riau (FT UIR), Ir Abdul Kudus Zaini. MT MS Tr, saat membuka kegiatan Workshop Peninjauan Kembali Kurikulum Jurusan Teknik Informatika (TI), Jumat (8/2/2019) di Hotel Dafam Pekanbaru.

“Yang tak kalah pentingnya adalah Kurikulum harus sesuai dengan kebutuhan dunia industri. Salah satu kompetensi yang penting yakni sikap dan karakter seseorang,” tegasnya.

Disisi lainnya, lanjut Abdul Kudus, banyak faktor yang harus dipertimbangkan dalam penyusunan atau revisi kurikulum. Selain kondisi internal program studi kondisi dan tuntutan kebutuhan masyarakat terhadap lulusan program studi serta sistem nilai yang berlaku dalam masyarakat.

Workshop yang dilaksanakan selama dua hari ini menurut Kudus adalah salah satu terobosan cepat dan tepat untuk mempertajam pemahaman KKB dan KKNI dalam menerapkan kurikulum.

“Saya berharap kegiatan ini menjadi tonggak awal untuk menghasilkan rumusan kurikulum yang baik lebih, relevan, efektif dan efesien dalam menerapkan dan melaksanakan kurikulum,” katanya.

Ketua Program Studi TI UIR  Ause Labellapabsa ST, MCs, MKom mengatakan tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kualitas pendidikan TI UIR melalui perbaruan kurikulum. Mengingat kurikulum TI FT UIR terakhir 2014 dan sudah saatnya kurikulum TI diperbarui tahun 2019 ini. Revisi kurikulum sesuai dengan KKNI agar lulusan yang dihasilkan bisa menjawab kebutuhan dunia kerja.

Untuk memberi masukan, gagasan ide,  kata Ause, TI UIR mengundang stakeholder yang bersentuhan langsung seperti dari ahli komunikasi, kalangan industri, enterprenuer, dosen agama, bahasa indonesia dan bahasa inggris, APJII, praktisi IT, Diskominfo, dan APTIKOM yang berjumlah 43 orang.

“Salah satunya adalah Prof Dr Teddy Mantaro SMIEEE. Revisi kurikulum yang kita susun  itu diharapkan bisa menghasilkan output yang berkualitas” harap Ause.

Sementara Prof Dr.Teddy Mantaro SMIEEE mengatakan  saat ini sudah seharusnya kurikulum bisa mengikuti perkembangan industri sehingga lulusan mempunyai kemampuan spesifik dimasa mendatang. Selain itu, lulusan juga mempunyai kompetensi diri dan softskill.

“Saat ini sebuah Universitas dituntut mampu menghasilkan Kurikulum yang bisa menyerap kebutuhan dunia kerja. Ini yang harus dipikirkan,”ungkapnya.

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments