Selasa, Juni 25, 2024
BerandaDaerahMasyarakat Tidak Merasakan 'Kue' Ulang Tahun Kampar

Masyarakat Tidak Merasakan ‘Kue’ Ulang Tahun Kampar

BANGKINANGKOTA(auranews.id) – Tokoh masyarakat XIII Koto Kampar, Abdul Malik, SAg menilai peringatan Hari Jadi Kabupaten Kampar kurang dirasakan oleh masyarakat.

Pasalnya, kemeriahan HUT Kampar setiap tahunnya hanya dinikmati oleh golongan-golongan tertentu.

“HUT Kampar itu merupakan hari ulang tahun rakyat bukan hari ulang tahun pejabat. Sungguh miris, ada masyarakat yang tidak menikmati ‘kue’ ulang tahun Kampar,” kata Abdul Malik kepada auranews.id, Rabu malam (6/2/2019).

Pria berkacamata itu menjelaskan, dari seluruh rangkaian acara peringatan HUT Kampar ke-69, tidak ada agenda yang betul-betul berpihak kepada masyarakat.

Ia mencontohkan pada ajang Kampar Expo. Pada kegiatan tersebut, masyarakat malah diberi beban untuk membayar stand.

“Seharusnya pemerintah daerah menggratiskan untuk sewa stand sebab ini ajang untuk menyampaikan keberhasilan kepada masyarakat. Kok di Hari ulang Tahun Kampar masyarakat masih diberi beban?,” kesal Abdul Malik.

Ia pun menilai tidak ada nilai edukatif yang ditampilkan dalam Kampar Expo tersebut. Ditambah lagi, mahalnya biaya parkir. Ia sangat menyayangkan tidak adanya penertiban dari Dinas terkait.

“Saya mendengar keluhan dari masyarakat biaya parkir sepeda motor Rp 5 ribu. Apakah ini sesuai dengan Perda?,” ungkapnya.

Untuk acara penutupan HUT Kampar yang diadakan di Balai Adat dengan Makan Bajambau, Abdul Malik sangat menyayangkan yang menikmati hidangan tersebut bukan masyarakat Kampar.

“Intinya, HUT Kampar kurang dirasakan masyarakat. Seharusnya masyarakat garis bawah itu dilibatkan secara luas dalam agenda ulang tahun Kampar. Pemerintah itu hanya pelayan masyarakat dan sejauh ini masyarakat belum merasakan dampak dari hari ulang tahun Negeri Serambi Mekkah Riau yang ke-69 ini,” ungkap Caleg PKB Dapil 1 tersebut.

Sementara itu, salah seorang masyarakat Bangkinang Kota, Amrizal mengaku tidak merasakan kebahagian di Hari Jadi Kampar. Bahkan, ia tidak merasa menjadi bahagian dari nuansa kemeriahan Ulang Tahun Kampar.

“Saya berharap untuk peringatan HUT Kampar ke-70 ada perubahan sehingga masyarakat kecil seperti kami ini bisa merasakan sebab selama ini kami tidak pernah merasakan dampak dari hari ulang tahun ini,” ungkap Amrizal, Rabu malam.

Penulis: Andesmen Putra

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments