Kamis, Juli 18, 2024
BerandaDaerahDandim Aidil: Jangan Rintangan Menghambat Kesuksesan

Dandim Aidil: Jangan Rintangan Menghambat Kesuksesan

KAMPAR (auranews.id) – Hadiri acara puncak HUT yang ke-56 tahun di SMA Negeri 1 Bangkinang Kota, Sabtu (12/1/2019), Komandan Kodim (Dandim) 0313/KPR Letkol Infanteri Aidil Amin Hasan, SIp, MIPol, mencurahkan sedikit ceritanya selama menjadi siswa di SMA Negeri 1 Bangkinang Kota.

Dirinya mengungkapkan susah senangnya selama menjadi siswa SMA Negeri 1 Bangkinang Kota. “Setiap orang ada masanya dan tantangan yang harus dihadapi,” ucap Dandim Aidil.

Salah satu momen yang tak pernah dilupakannya sampai saat ini adalah ketika dirinya teringat pernah dipukul oleh guru fisikanya di SMA 1, yakni Pak Top dan Buk Ses Guru Kimia. Ternyata Aidil muda pernah nakal seperti siswa normal lainnya.

Aidil juga menceritakan betapa sulit hidup yang dihadapi nya disaat itu. Aidil adalah alumni Smansa Bangkot Tahun 1998. Dia (Aidil, red) semasa sekolah harus hidup sambil bekerja untuk menambah uang jajannya. Dimulai dari menjaga warung telekomunikasi (wartel) yang semasa itu menjadi primadona sebagai alat komunikasi masyarakat. Wartel tersebut berada di belakang Kantor Pos Bangkinang, yang saat ini keberadaan wartel tersebut tidak ada lagi akibat tergerus oleh perkembangan teknologi.

“Aidil hanya orang biasa. Guru saya, ibu saya, buk Ade mengetahui bagaimana saya menghadapi masa sulit dari jeruji besi,” ucap Aidil.

Kemudian Aidil juga menceritakan pernah menjaga Kantor Dekranasda Kampar. Dan juga dirinya pernah menjaga rumah Kepala Dinas PU Kampar di masa itu, Gandung Darsono.

Ya, Aidil remaja mengalami kehidupan yang getir di masanya. Sebab, ketika Aidil tamat Tsanawiyah (SLTP) di Pondok Pesantren Islamic Center Kampar Tahun 1994 yang tidak jauh dari kampung halamannya, Desa Pulau Birandang. Tamat SLTP (kini SMP), Aidil memutuskan untuk pergi merantau jauh dari keluarganya, demi menempuh pendidikan di SMA. Hidup di perantauan jauh dari keluarganya, membuat Aidil mengetahui betapa sulit dan kerasnya dunia. Yang mana, seharusnya dimasa itu adalah masa terindah bagi pelajar SMA. SMA adalah salah satu masa terindah seseorang, seperti lagu yang dipopulerkan oleh almarhum Chrisye ‘Kisah Kasih di Sekolah’.

Aidil remaja juga mengisi waktunya sebagai pengantar (loper) koran untuk membiayai keperluan hidupnya di Bangkinang. Koran ‘Genta’ adalah saksi bisu yang setia menemaninya di masa itu.

Namun, kepedihan itu tidak menyurutkan hatinya untuk tetap selalu berjuang dan semangat menjalani kehidupan. Inilah hal yang harus kita contoh, untuk dijadikan panutan. Apapun kesulitan, apapun tantangan, jangan pernah menyerah, selalu berjuang.

“Seberat apapun tantangan, kita harus bisa menghadapi semuanya. Saya berharap adik-adik Smansa lebih baik hidupnya dari pada saya,” harap Aidil sembari menahan sedihnya hidup di masa itu.

Kesulitan Aidil itulah yang kini mengantarkannya ke gerbang kesuksesan. Dengan hidup yang sulit, menempa mental dan gigih nya Aidil muda untuk selalu berjuang hingga saat ini meniti karir di dunia militer.

Penulis: Fauzi Lalea Saputra

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments