Selasa, Juni 25, 2024
BerandaDaerahPuskesmas Kuok dan A2K3 Kampar Gelar Sosialisasi UKK

Puskesmas Kuok dan A2K3 Kampar Gelar Sosialisasi UKK

KUOK(AuraNews) – Sehubungan dengan program kegiatan Upaya Kesehatan Kerja (UKK), Puskesmas Kuok dan Asosiasi Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja (A2K3) Kabupaten Kampar menggelar Sosialisasi Upaya Keselamatan Kerja se-Kecamatan Kuok.

Kepala Puskesmas Kuok dr. Zulhendra Das’at yang didampingi oleh Ketua Program Nolfia Novi, SKM mengatakan, Pelatihan ini bertujuan untuk melatih dan menambah pengetahuan bagi para pekerja/karyawan tentang Upaya Kesehatan Kerja dalam melindungi dan mencegah pekerja dari semua gangguan kesehatan akibat lingkungan kerja atau pekerjaannya, sehingga tercipta suatu lingkungan kerja yang sehat, meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja.

Sosialisasi yang diselenggarakan oleh Puskesmas Kuok dan A2K3 Kampar ini dilaksanakan di aula Puskesmas Kuok, Senin (3/9/2018). Peserta dalam acara sosialisasi UKK ini diikuti oleh Kepala Desa Empat Balai, Merangin dan Batu Langkah Kecil, Pemegang Program UKK, Pekerja Keramba Ikan, Peternak Ayam, Pengetaman Kayu dan Bengkel Las.

Hadir sebagai Pembicara I, Ketua Asosiasi Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja (A2K3) Kabupaten Kampar Hendrawan, SKM, M.Si, Pembicara II, Ike Putri Sari, SKM, M.Kes, Pembicara III, Afrizal, SH, MH. Ketiga Pembicara ini mengupas tuntas tentang pengertian, lingkup dan tujuan upaya kesehatan kerja, faktor risiko berhubungan dengan UKK, manajemen kesehatan kerja, program kesehatan kerja, evakuasi korban dan disertai tanya jawab atau feedback dari peserta.

Ketua A2K3 Kabupaten Kampar, Hendrawan, SKM, M.Si dalam paparannya menyampaikan berbagai cara dapat di lakukan untuk menanggulangi bahaya/risiko di lingkungan kerja berkaitan dengan Kesehatan Kerja, salah satunya Pekerja harus tahu faktor beban kerja, kapasitas kerja dan lingkungan kerja. Berbagai Potensi Bahaya Kesehatan, mulai dari Faktor mesin, Fisik, Kimia, Biologi, Fisiologis dan Psikososial.

“Kesehatan tenaga kerja sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan kerja, sebaliknya pengelolahan lingkungan kerja yang tepat sangat bermanfaat bagi para pekerja. Sesuai dengan amanat Undang-Undang No.1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja dan UU No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Oleh karena itu kesehatan kerja harus benar-benar di terapkan dalam suatu tempat kerja termasuk pengaturan waktu kerja, waktu istirahat, lembur, cuti hamil, melahirkan,” terangnya.

“Pimpinan perusahaan/pabrik di mana di dalamnya terdapat tenaga kerja yang melakukan pekerjaannya wajib memperhatikan Kesehatan Kerja karyawannya. Hal ini di lakukan karena pekerja/manusia adalah faktor yang paling penting dalam suatu produksi/jasa. Manusia sebagai tenaga kerja dapat menimbulkan penyakit akibat kerja, kecelakaan kerja yang berdampak pada cacat sampai meninggal,” ujar Hendrawan alumnus K3 FKM UI itu.

Lebih lanjut Hendrawan, SKM, M.Si mengatakan, kegiatan ini mendapat apresiasi dari Kepala Desa se-Kecamatan Kuok dan seluruh peserta. Peserta akan mengetahui dan paham tentang Kesehatan Kerja serta program promotif dan preventifnya dan mampu menghadapi/menghindari risiko atau bahaya yang terjadi ditempat kerjanya serta dapat diaplikasikan untuk melindungi pekerja dari luka, kecelakaan dan penyakit akibat kerja,” pungkas Hendrawan. (FDr/NDs)

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments