Rabu, April 17, 2024
BerandaDaerahDPP FOKKERMAPI : Penghadangan Neno Warisman Cederai Demokrasi

DPP FOKKERMAPI : Penghadangan Neno Warisman Cederai Demokrasi

BANGKINANG KOTA(AuraNews) – Penghadangan yang dilakukan sekelompok orang yang mengatas namakan masyarakat Riau terhadap deklarator 2019GantiPresiden, Neno Warisman di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Sabtu (24/8/2018) sudah melukai, mencederai dan merobek-robek nuansa melayu yang ramah serta sopan santun yang merupakan ciri khas di negeri melayu Riau.

Melihat kejadian tersebut kepada AuraNews, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Forum Komunikasi dan Kerjasama Mahasiswa Ilmu Pemerintahan se Indonesia (FOKKERMAPI) Niko Ardian angkat bicara.

“Penghadangan yang dilakukan oleh sekelompok orang mengatasnamakan masyarakat Riau telah menodai demokrasi di Indonesia. Bukan hanya demokrasi, tetapi ciri khas masyarakat Riau yang di kenal ramah sopan santun yang menerima semua golongan di tanah air ini dikotori dengan tindakan yang memalukan dan kekanak-kanakan,” terang Niko.

“Cina dan bule-bule luar saja berkeliaran di Riau menggunakan pakaian yang belum selesai di jahit, berkuasa dan menyedot bumi kita malah diam saja. Sekarang mana yang berbahaya? Kok seorang ibu yang ingin bersilahturahmi malah di hadang, beliau lahir di Indonesia, makannya di Indonesia, belanjanya di Indonesia, merah darahnya putih tulangnya kok di hadang di bandara? Sebagai putra asli anak jati Riau saya malu terhadap penghadangan yang saudara-saudara lakukan. Jangan lah kita merusak demokrasi di negeri ini. Calon presidennya saja ketawa-ketawa di sana kok saudara-saudara ribut. Yang jadi presiden siapa yang heboh siapa. Saya secara pribadi mengutuk keras tindakan ini yang melukai hati kita semua. Saya berbicara atas nama Indonesia, Bhineka Tunggal Ika dan Amanat Undang-Undang Dasar 1945. Saya juga curiga yang menghadang itu bukan orang asli Riau semua. Boleh kita cek identitasnya,” ungkap Niko panjang lebar dengan mimik kesal.

“Kita tidak menginginkan perpecahan melainkan persatuan. Mari kita jaga Indonesia mari kita jaga Riau. Ini negara kita bersama, ada aturannya secara legalitas dan jangan mengada-ada. Saya bukan pendukung si A atau si B. Tapi kita semua ingin Indonesia benar-benar merdeka untuk berserikat dan menyampaikan pendapat di muka umum”, tutup Niko. (FDr/NDs)

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments